Postingan

EUFORIA HARI PERTAMA

Gambar
Lulus dari S1 tahun 1999 silam, ingin sekali untuk meneruskan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Namun kala itu, aku memliki adik yang sedang duduk di kelas 3 SMA dan akan melanjutkan kuliah. Di belakang adikku masih ada si bontot  yang akan tamat SMA di tahun berikutnya. Sebagai sulung, tentu tak mungkin rasanya untuk merengek pada orang tua untuk dibiayai sekolah lagi. Sementara aku kurang mendapatkan  informasi mengenai beasiswa.  Maka saat orang tua memintaku untuk pulang dari perantauan aku menurut saja. Tentu saja dengan harapan kelak mendapatkan pekerjaan dan kesempatan unuk melanjutkan studi. Beberapa bulan setelah pulang dari rantau aku menikah dan kemudian tenggelam didalamnya, menikmati pernikahan, menjalani peran sebagai istri dan ibu dari tiga buah hati yang diamanahkan Allah pada kami. Di sisi lain, aku memutuskan untuk mengabdi didunia pendidikan anak usia dini. Semula hanya tak sengaja, sekedar  punya kegiatan. Namun kemudian aku menikmatinya dan...

For Nanggala

 "Nanggala" 402  adalah angka yang kan tetap tercatat dalam ingatan bangsa ini, tragedi pilu mengiris hati, 53 yang pergi dan tak kembali.. Siapa dapat menolak takdirNYA ketika semua telah digariskan... Siapa dapat menduga jika cerita berakhir lara, Pilu dan bangga menyatu atas pergimu tuk menjaga lautan negri ini selamanya... sungguh, mereka syahid untuk bangsa... Do'a kami untukmu Nanggala..                    -26 April21-

Puisi Ramadhan

 "Jangan Pergi" Rinai hujan mengiri isakku dalam diam Perlahan ku seka jelaga dalam setiap ruang... waktu yang dihiasi butiran tasbih melaju, bersegera mencapai akhirnya Malam yang syahdu berhias kalamNya seringkali terlewati begitu saja... Oo , jelaga itu terlalu tebal... beri waktu lebih lama agar tak ada lagi yang tersisa... Ramadhan, jangan pergi dulu.. aku masih merindu mu, masih ingin menikmati hangatnya dekapanmu, indahnya tersungkur dsajadah itu...              -diujungRamadhan,10Mei21-

Jelaga Cinta

Mihrob cinta berpayung awan Temaram nada syahdu merdu terdengar, Haru akan kasih sayangNYA yang tiada terhitung... Syukur atas nikmat yang tak pernah mampu di ukur.. Bahagia dan lara silih berganti mewarnai cerita perjalanan yang seperti tak berujung... di mana tujuannya... ke mana arahnya... Melangkah, dan melangkah saja, mengikuti semilir angin yang meniup dedaunan... terbang, dan terbang saja, seperti induk burung yang mencari mangsa  bagi anaknya Pilu Mulai meradang, isak pun tertahan, menatap betapa hitam jelaga di mihrob itu.... Cinta,  ya...cinta...! untuk siapa ? kepada siapa...?Betapa pun DIA sang Maha Cinta terus saja mengalirkan cinta NYA Ramadhan jangan berlalu, biar ku seka dulu jelaga itu...                         - 8Ramadhan1442H-

Rasa

  Cukup...! rasa yang tak terperi mewakilkan apa pun, yang terlukis, yang tersaji, yang membumi, yang melukai.... biarlah....! marah, sedih, kecewa, bahagia, luka, dan rindu... berpendar di ruang waktu...                         -dalam dekap malam jakarta, 14Agustus20-

Pupus

setengah diriku hilang, diantara luka yang kau tanam... tak ada lagi berjuta rasa yang selalu mewarnai senja kala rindu menggelora... pupus harapanku, diantara amarah dan kecewa padamu....                         - diantara luka, Juni21-

Luka

  Maafkan,  jika kini tawaku tak lagi serenyah dulu... sebab ku takut senjata manipulasimu tengah beraksi mengoyak rasaku, hadirkan drama manis, namun entah dimana kau coreng wajahku.. Maafkan, jika kini ku tatap kau hanya sebagai pecundang... menghadirkan pembenaran dan tak kan mengakui kesalahan... di mana makna cinta yang sesungguhnya, kau tak punya .. di mana setia yang nyata, kau hanya bersandiwara.... luka yang kau torehkan menyisakan perih yang dalam, sakitnya mengoyak segenap raga... Maafkan, ku tak sanggup lagi menatapmu... hanya bisa berharap,  semesta mendekapku tuk terus melangkah walau tanpa cintamu... -sudut malam Jakarta,25Mei21-