Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

For Nanggala

 "Nanggala" 402  adalah angka yang kan tetap tercatat dalam ingatan bangsa ini, tragedi pilu mengiris hati, 53 yang pergi dan tak kembali.. Siapa dapat menolak takdirNYA ketika semua telah digariskan... Siapa dapat menduga jika cerita berakhir lara, Pilu dan bangga menyatu atas pergimu tuk menjaga lautan negri ini selamanya... sungguh, mereka syahid untuk bangsa... Do'a kami untukmu Nanggala..                    -26 April21-

Puisi Ramadhan

 "Jangan Pergi" Rinai hujan mengiri isakku dalam diam Perlahan ku seka jelaga dalam setiap ruang... waktu yang dihiasi butiran tasbih melaju, bersegera mencapai akhirnya Malam yang syahdu berhias kalamNya seringkali terlewati begitu saja... Oo , jelaga itu terlalu tebal... beri waktu lebih lama agar tak ada lagi yang tersisa... Ramadhan, jangan pergi dulu.. aku masih merindu mu, masih ingin menikmati hangatnya dekapanmu, indahnya tersungkur dsajadah itu...              -diujungRamadhan,10Mei21-

Jelaga Cinta

Mihrob cinta berpayung awan Temaram nada syahdu merdu terdengar, Haru akan kasih sayangNYA yang tiada terhitung... Syukur atas nikmat yang tak pernah mampu di ukur.. Bahagia dan lara silih berganti mewarnai cerita perjalanan yang seperti tak berujung... di mana tujuannya... ke mana arahnya... Melangkah, dan melangkah saja, mengikuti semilir angin yang meniup dedaunan... terbang, dan terbang saja, seperti induk burung yang mencari mangsa  bagi anaknya Pilu Mulai meradang, isak pun tertahan, menatap betapa hitam jelaga di mihrob itu.... Cinta,  ya...cinta...! untuk siapa ? kepada siapa...?Betapa pun DIA sang Maha Cinta terus saja mengalirkan cinta NYA Ramadhan jangan berlalu, biar ku seka dulu jelaga itu...                         - 8Ramadhan1442H-

Rasa

  Cukup...! rasa yang tak terperi mewakilkan apa pun, yang terlukis, yang tersaji, yang membumi, yang melukai.... biarlah....! marah, sedih, kecewa, bahagia, luka, dan rindu... berpendar di ruang waktu...                         -dalam dekap malam jakarta, 14Agustus20-

Pupus

setengah diriku hilang, diantara luka yang kau tanam... tak ada lagi berjuta rasa yang selalu mewarnai senja kala rindu menggelora... pupus harapanku, diantara amarah dan kecewa padamu....                         - diantara luka, Juni21-

Luka

  Maafkan,  jika kini tawaku tak lagi serenyah dulu... sebab ku takut senjata manipulasimu tengah beraksi mengoyak rasaku, hadirkan drama manis, namun entah dimana kau coreng wajahku.. Maafkan, jika kini ku tatap kau hanya sebagai pecundang... menghadirkan pembenaran dan tak kan mengakui kesalahan... di mana makna cinta yang sesungguhnya, kau tak punya .. di mana setia yang nyata, kau hanya bersandiwara.... luka yang kau torehkan menyisakan perih yang dalam, sakitnya mengoyak segenap raga... Maafkan, ku tak sanggup lagi menatapmu... hanya bisa berharap,  semesta mendekapku tuk terus melangkah walau tanpa cintamu... -sudut malam Jakarta,25Mei21-

Belajar Ngeblog

     Sudah cukup lama saya tertarik ingin punya blog. Lihat orang-orang sepertinya seru yaa, punya blog pribadi, bisa menuangkan apa saja di sana. Sekitar 2018 lalu saya bilang pada anak saya, karena saya lihat blog anak saya keren sekali. tampilannya kekinian ala anak muda jaman now. Dengan senang hati anak saya membantu membuatkan link blog untuk saya, sekaligus mengajarkan cara memposting tulisan.  Saya senang sekali sudah punya blog. Namun sayang, sekian lama blog itu saya tinggalkan, tenggelam dengan aktifitas sehari hari khususnya kegiatan di sekolah. Jadilah Blog itu terbengkalai bak rumah tanpa penghuni. Naah...hari ini dapat kesempatan belajar mengelola blog bersama pak Brian Prasetiawan di kelas dasar belajar blog. Hari ini adalah hari yang kedua, setelah hari pertama kemarin dilaksanakan melaui media WhatsApp. Alhamdulillah, jadi tercerahkan. Trima kasih ya pak brian atas sharing ilmu dan bimbingannya Oh ya, saya senang sekali melihat semangat bapak ibu pe...