Luka

 

Maafkan, 

jika kini tawaku tak lagi serenyah dulu...

sebab ku takut senjata manipulasimu tengah beraksi mengoyak rasaku,

hadirkan drama manis, namun entah dimana kau coreng wajahku..

Maafkan,

jika kini ku tatap kau hanya sebagai pecundang...

menghadirkan pembenaran dan tak kan mengakui kesalahan...

di mana makna cinta yang sesungguhnya,

kau tak punya ..

di mana setia yang nyata, kau hanya bersandiwara....

luka yang kau torehkan

menyisakan perih yang dalam,

sakitnya mengoyak segenap raga...

Maafkan,

ku tak sanggup lagi menatapmu...

hanya bisa berharap, 

semesta mendekapku tuk terus melangkah walau tanpa cintamu...

-sudut malam Jakarta,25Mei21-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Ramadhan

Rasa